Mindset Dasar Trading - ICT

Sebelum kita belajar tentang pemahaman apa itu Konsep ICT dan penerapannya, kita kenalan dulu deh, hehehe. 🙏

Gue adalah seorang anakan manusia yang udah trading sejak tahun 2016-an kalo gak salah. Semua udah pernah gue alamin, dari mulai MC (Margin Call) berkali-kali dan juga profit gede-gedean dalam beberapa jam, semua udah pernah gue alami semuanya. Pokoknya asam-manis-pahit-kecut di dunia trading udah ngalamin deh. Dan sekarang alhamdulilah udah merasakan sedikit buah dari pengalaman bertahun-tahun jungkir balik di dunia ini.

Gue gak akan spill tentang siapa sebenarnya diri gue dan akan tetap merahasiakannya, intinya di sini mari kita sama-sama belajar, bukannya adu nasib sesama trader, paham ya?

Disini gue juga bukannya mengajari dan menggurui kalian gimana caranya untuk trading, tetapi ini hanyalah sharing tentang penerapan Konsep ICT yang udah gue pelajari, gue juga gak jualan kelas, kaya mentor-mentor diluar sana. Gue berharap kalian menganggap gue teman trading kalian dibanding guru. Karena selain trading hobi gue nulis, jadi gue harap dengan adanya blog ini bisa menambah sedikit wawasan kalian di dunia trading, dan semoga kita semua bisa menjadi trader yang lebih baik kedepannya, amin.

Untuk pendahuluan, yang akan gue bahas adalah mindset. Mindset yang benar akan memandu kalian menjadi trader yang baik sekaligus membantu kalian memahami dunia trading yang sebenarnya.


Pertama, JANGAN MIMPI CEPAT KAYA dari trading.


Banyak orang berpikir kalau mau cepet kaya, ya trading, No! Itu salah besar! 

Trading adalah bisnis, dan didalam dunia bisnis ada istilah Untung dan Rugi. Kalau kalian masih berpikir trading bukan bisnis, dan taunya cuma mencet tombol SELL dan BUY, kalian gak akan bertahan lama di sini. Kalian harus memahami adanya resiko rugi, dan sebagai pengusaha atau pebisnis, kerugian adalah hal yang gak bisa dihindari. Kerugian hanya bisa diminimalisir dengan Risk Management (Manajemen Resiko) yang nanti akan gue bahas lebih lanjut.

Ok, paham ya. Kalau mau cepat kaya bukan trading, tapi jadi babi ngepet, eh.😂


Kedua, trading adalah PROBABILITAS.

Seperti yang gue bilang, kalian gak selamanya profit berturut-turut, ada yang namanya; Hukum Probabilitas (kemungkinan lain yang bisa terjadi). Kalian harus tanamkan di otak dan di hati kalian bahwasanya di dunia gak ada yang sempurna, bahkan metode atau set-up strategi manapun dan sebagus apapun di jagad raya ini, gak ada yang bisa 100% ngerti market mau gerak kemana. Tujuan kita hanya mengikuti para big-player atau institusi yang meninggalkan jejak lewat serangkaian formasi candle, dan masuk berdasarkan timing waktu yang tepat.

Oke, jadi kalian harus pahami dulu mindset tersebut supaya waktu, tenaga dan uang yang kalian keluarkan gak sia-sia.


Sebagai tambahan, trading gak harus dilakukan secara Full-Time. Jangan resign dari tempat kerja kalian hanya demi Trading. Trading adalah kegiatan yang bisa dilakukan tanpa mengganggu sumber pendapatan kalian. Barulah setelah kalian benar-benar paham dan ada hasilnya, kalian bisa tuh berpikir: "bekerja adalah pilihan".

Jadilah ; Silent and Deadly Trader!


"Maksudnya gimana bang?" - tanya Hartono.


Mungkin banyak diantara kalian mikir jadi trader itu keren, cool, bisa flexing-flexing pamer kemewahan di media sosial. Nyatanya, Trader yang bisa menghasilkan berkali-kali lipat UMR Jakarta dalam sekali trade, malah banyak yang diem-diem aja. Mereka gak pernah nunjukin hasil mereka di media sosial manapun. Karena trader yang benar-benar trader, ketika mereka Loss mereka diam, dan ketika Profit merekapun diam. Mereka tidak euphoria ketika bisa mengalahkan market, mereka juga tidak terpuruk ketika dibantai oleh market. 


"Itu bang, di TikTOD, sama di yutup banyak yang pamer!" -  celetuk Sutini.


Yasudah, biarkan saja. Mereka begitu biasanya karena kerja sama dengan IB tertentu dan jualan kelas, makanya mereka perlu membuktikan dengan "pamer", supaya orang-orang tertarik dan bergabung di kelas atau grup yang mereka jual. Banyak motif kenapa orang bisa pamer dan flexing profit di media sosial, dan semoga kalian nih yang baca ini, bisa terhindar dari sifat "Jumawa" tersebut.

Gak perlu buktiin apa-apa ke orang lain, buktikan aja ke orang terdekat kalian lebih dulu.

Dan jangan lupa sedekah kawan-kawanku dimanapun kalian berada. Karena, ketika Yang Maha Kuasa menaikkan level keuangan kamu, naikkan juga level sedekahmu, bukan gaya hidupmu.

Oke, segitu dulu pembahasan tentang mindset-nya. Tanamkan dulu ini baru lanjut ke penerapan konsep ICT dalam Trading.


Salam, Trader Indonesia ☕



Comments